Apa itu kontrak perpetual?
Kontrak Perpetual (Perpetual Contract) adalah produk derivatif yang banyak digunakan di pasar kripto. Berbeda dengan kontrak futures tradisional, kontrak perpetual tidak memiliki tanggal jatuh tempo atau tanggal penyelesaian, sehingga posisi dapat terus dipertahankan hingga pengguna menutupnya secara manual atau dilikuidasi oleh sistem. Fitur utamanya meliputi:
Tanpa tanggal kedaluwarsa Kontrak perpetual tidak memiliki batas waktu, sehingga posisi dapat ditahan dalam jangka panjang tanpa perlu khawatir tentang rollover kontrak. Harga mengikuti pasar spot Harga kontrak perpetual biasanya mengikuti harga spot aset dasar seperti BTC atau ETH. Jika terjadi penyimpangan harga, mekanisme Funding Rate akan membantu harga kembali mendekati harga spot. Dapat menggunakan leverage Kontrak perpetual mendukung leverage tinggi, memungkinkan pengguna mengontrol posisi besar dengan modal kecil. Keuntungan dan kerugian dapat meningkat secara signifikan. Manajemen risiko fleksibel Pengguna dapat mengatur Take Profit dan Stop Loss untuk mengontrol risiko. Karena kontrak perpetual adalah produk ber-leverage, manajemen modal sangat penting untuk menghindari likuidasi akibat volatilitas tinggi.
Penjelasan Mode Posisi
Mode Cross Margin
Dalam mode cross margin, semua posisi dalam satu akun berbagi kolam margin yang sama.
Jika satu posisi mengalami kerugian besar, posisi tersebut dapat menghabiskan margin yang tersedia dan berpotensi menyebabkan semua posisi terkena risiko likuidasi.
Fitur:
• Risiko dibagi bersama
• Laba dan rugi mempengaruhi keseluruhan posisi
• Satu posisi merugi dapat membahayakan seluruh akun
Mode Isolated Margin
Dalam mode isolated margin, setiap posisi memiliki margin yang terpisah.
Jika posisi tersebut dilikuidasi, tidak akan mempengaruhi posisi lain maupun dana akun utama.
Fitur:
• Risiko ditanggung per posisi
• Tidak mempengaruhi dana akun lainnya
• Cocok untuk kontrol risiko yang lebih ketat
Cara Membuka Posisi
Membuka posisi berdasarkan nilai posisi Posisi dibuka berdasarkan “nilai posisi” yang ditentukan, dan margin dihitung menggunakan leverage yang dipilih.
Contoh:
• Nilai posisi: 20.000 USDT
• Leverage: 200x
⇒ Margin yang dibutuhkan = 20.000 ÷ 200 = 100 USDT
Harga naik → keuntungan besar
Harga turun → kerugian juga meningkat
Pembukaan posisi dengan USDT (USDT-M) USDT (atau stablecoin lainnya) digunakan sebagai margin dan mata uang penyelesaian keuntungan/kerugian.
Contoh:
• Menggunakan 1.000 USDT sebagai margin
• Membuka posisi kontrak perpetual BTC dengan leverage 10x
Semua keuntungan dan kerugian dihitung dalam USDT dan margin juga dibayar dalam USDT.
Cocok bagi pengguna yang lebih memilih mengelola aset dalam stablecoin.
Penjelasan Jenis Order
Market Order Dieksekusi langsung pada harga pasar saat ini, mengutamakan kecepatan transaksi.
Kelebihan:
• Eksekusi cepat
• Tingkat keberhasilan tinggi
• Tidak perlu mengatur harga
Kekurangan:
• Harga eksekusi dapat berbeda tergantung kondisi pasar
Limit Order Order akan dieksekusi hanya jika harga pasar mencapai harga yang ditentukan pengguna.
Kelebihan:
• Kontrol harga lebih presisi
• Cocok untuk strategi perencanaan yang detail
Kekurangan:
• Dapat tidak tereksekusi jika harga tidak menyentuh level yang ditentukan
Trigger Order (Order Bersyarat) Order hanya akan masuk ke pasar ketika harga “pemicu” tercapai.
Penjelasan:
• Pengguna harus menetapkan harga pemicu + harga order
• Tidak menggunakan margin sebelum terpicu
• Jika margin tidak mencukupi saat pemicu terpenuhi, order otomatis dibatalkan
Order jenis ini ideal untuk strategi breakout, reversal, dan otomatisasi trading.